Mental Health

Apa itu sehat? Menurut KBBI, sehat adalah kondisi dimana seluruh tubuh serta bagian-bagiannya berfungsi baik atau mendatangkan kebaikan bagi tubuh. Namun, sehat yang sesungguhnya bukan hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohaninya. Di masa ini banyak yang menganggap sepele kesehatan mental dibandingkan kesehatan fisik. Lalu apa itu kesehatan mental?

Kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara pandang seseorang menganai hidup, membuat pilihan, hubungannya dengan orang dan lingkungannya, serta dapat memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Tidak ada asap jika tidak ada api, tentu saja gangguan mental yang timbul memiliki penyebab, beberpa penyebab umum di antara nya adalah

·         Kekerasan dalam rumah tangga
·         Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak.
·         Mengalami diskriminasi dan stigma buruk di masyarakat.
·         Mengalami kehilangan atau kematian orang terdekat.
·         Memiliki masalah keuangan, seperti masalah kemiskinan atau utang.
·         Pengangguran, kehilangan pekerjaan, atau tunawisma.
·         Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan yang dapat merusak otak.
·         Stres berat yang dialami dalam waktu panjang.
·         Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.

Di masa milenial seperti sekarang gangguan mental pun tidak dapat dihindari. WHO menyebutkan, anak generasi milenial saat ini lebih rentan terkena gangguan mental. Terlebih masa muda merupakan waktu di mana banyak penyesuaian dan pencarian jati diri. Selain perubahan hidup, teknologi juga turut berkontribusi terhadap kesehatan mental generasi muda. Salah satunya adalah penggunaan media sosial. Media sosial seakan menciptakan gaya hidup ideal yang menjadi dambaan banyak orang padahal kenyataannya tidak seindah itu. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban pikiran pada generasi muda. Contohnya, saat kita terlalu memikirkan pendapat pengguna media social lainnya saat kita hendak mengupload foto atau saat kita mengupayakan sekeras mungki hanya untuk terlihat bagus di media social.

Gangguan mental adalah penyakit yang tidak gampang di diagnosis seperti penyakit fisik dan seringkali terlambat diketahui. Di Indonesia sendiri penderita gangguan mental di umur remaja tidak bisa dibilang sedikit.

1.      Menurut WHO, banyak kasus yang tidak tertangani sehingga bunuh diri akibat depresi menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak muda usia 15-29 tahun.

2.      Merujuk data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penderita skizofrenia sebesar 7 per 1000 dengan cakupan pengobatan 84,9%. Sementara itu, prevalensi gangguan mental emosional pada remaja berumur lebih dari 15 tahun sebesar 9,8%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar 6%.

3.      Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, masyarakat perkotaan lebih rentan terkena depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif.

Meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa di Indonesia dan di seluruh dunia disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan hidup manusia, serta meningkatnya beban hidup. Namun, ternyata data ini tidak lebih besar dari negara-negara lain di seluruh dunia. Berdasarkan Survei Skor Kesejahteraan 360° tahun 2018 yang diselenggarakan Cigna, sebanyak 86% responden dari seluruh negara yang turut berpartisipasi mengatakan bahwa mereka merasa stres. Namun di Indonesia, jumlah nya lebih sedikit yaitu, 75%. Meski persentase tersebut terkesan tinggi, faktanya Indonesia merupakan negara dengan tingkat stres terendah dari seluruh negara yang disurvei.  Sedangkan 25% sisanya mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak merasa stres. Di negara tetangga, seperti Singapura, tingkat stres masyarakat nya berada di atas rata-rata dengan nilai sebesar 91%.

Adakah solusi untuk menjaga mental tetap sehat dan terhindar dari gangguan mental? Tentu saja ada, yaitu dengan melakukan aktivitas fisik, selalu berpikiran yang positif, mencari bantuan profesional jika diperlukan dan tidak self diagnose, serta beristirahat yang cukup dan tidur minimal 8 jam per hari.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Memahami, Menerima, dan Menyayangi Diri Sendiri